<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Dunia Psikologi &#187; Psikologi Anak</title>
	<atom:link href="http://duniapsikologi.dagdigdug.com/category/psikologi-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniapsikologi.dagdigdug.com</link>
	<description>Kumpulan Artikel dan Tips Psikologi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Nov 2010 15:48:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Pengertian Anak Luar Biasa (anak tuna)</title>
		<link>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2010/10/16/pengertian-anak-luar-biasa-anak-tuna/</link>
		<comments>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2010/10/16/pengertian-anak-luar-biasa-anak-tuna/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2010 05:52:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak luar biasa]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[slb]]></category>
		<category><![CDATA[tuna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2010/10/16/pengertian-anak-luar-biasa-anak-tuna/</guid>
		<description><![CDATA[Pada mulanya istilah anak cacat digunakan untuk menyebut seorang anak yang mempunyai satu atau lebih kelainan yang dimiliki pada diri anak tersebut baik itu kelainan fisik, kelainan mental atau kelainan tingkah laku. Kemudian Sub Direktorat Pembinaan SLB menetapkan istilah anak &#8230; <a href="http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2010/10/16/pengertian-anak-luar-biasa-anak-tuna/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2010/10/16/pengertian-anak-luar-biasa-anak-tuna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peran Ayah dalam Keluarga</title>
		<link>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2010/08/30/peran-ayah-dalam-keluarga/</link>
		<comments>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2010/08/30/peran-ayah-dalam-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 07:01:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[peran ayah]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2010/08/30/peran-ayah-dalam-keluarga/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah survei di Amerika menyebut, kini peran ayah dalam keluarga meningkat. Berbagai kajian para psikolog menyatakan, ayah kini mengambil peranan sangat besar dalam aktivitas rumah tangga maupun dalam proses mendidik anak. Para pria juga mengambil cuti saat &#8220;menjadi ayah&#8221; karena &#8230; <a href="http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2010/08/30/peran-ayah-dalam-keluarga/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2010/08/30/peran-ayah-dalam-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenalkan Empati sejak Dini</title>
		<link>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/12/26/mengenalkan-empati-sejak-dini/</link>
		<comments>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/12/26/mengenalkan-empati-sejak-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 12:50:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Empati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/12/26/mengenalkan-empati-sejak-dini/</guid>
		<description><![CDATA[Dunia yang semakin global dan ekonomi pasar yang penuh dengan persaingan ketat membuat tenggang rasa dan empati sosial masyarakat semakin rendah. Itu kenapa seringkali terjadi konflik sosial di masyarakat. Salah satu upaya yang dapat mencegah meluasnya dan meminimalkan dampak negatif &#8230; <a href="http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/12/26/mengenalkan-empati-sejak-dini/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/12/26/mengenalkan-empati-sejak-dini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencegah Perilaku Korupsi pada Anak</title>
		<link>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/12/23/mencegah-perilaku-korupsi-pada-anak/</link>
		<comments>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/12/23/mencegah-perilaku-korupsi-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 05:09:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Anti Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Mencegah Perilaku Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[mengapa korupsi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/12/23/mencegah-perilaku-korupsi-pada-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Korupsi muncul akibat Need of Achievement (Motivasi berprestasi) dari manusia terlalu berlebihan. Keinginan untuk melebihi orang lain berdasarkan budaya yang berlaku di lingkungan tersebut. Hal tersebut yang menjadikan korupsi dapat bermacam-macam bentuknya. Selain uang dan kekuasaan yang biasa dilakukan di &#8230; <a href="http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/12/23/mencegah-perilaku-korupsi-pada-anak/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/12/23/mencegah-perilaku-korupsi-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lindungi Anak dari Bahaya Internet</title>
		<link>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/10/14/lindungi-anak-dari-bahaya-internet/</link>
		<comments>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/10/14/lindungi-anak-dari-bahaya-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 16:03:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[artikel psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[bahya internet]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh internet]]></category>
		<category><![CDATA[Pornografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/10/14/lindungi-anak-dari-bahaya-internet/</guid>
		<description><![CDATA[Lagi browsing, eh ketemu artikel yang cukup menarik (menurut saya sich ). Artikel ini bercerita tentang kekhawatiran dampak negatif internet buat anak. Hari gini bro&#8230; anak-anak dah mulai kenal internet.  Judul artikelnya adalah Lindungi Anak dari Bahaya Internet diambil dari &#8230; <a href="http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/10/14/lindungi-anak-dari-bahaya-internet/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/10/14/lindungi-anak-dari-bahaya-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BERANDA Kemarahan Orang Tua Pengaruhi Sikap Anak</title>
		<link>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/01/15/beranda-kemarahan-orang-tua-pengaruhi-sikap-anak/</link>
		<comments>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/01/15/beranda-kemarahan-orang-tua-pengaruhi-sikap-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jan 2009 03:23:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/01/15/beranda-kemarahan-orang-tua-pengaruhi-sikap-anak/</guid>
		<description><![CDATA[TERIAKAN bocah malang itu tidak juga menghentikan gerakan tangan sang ayah untuk berhenti memukuli tubuh ringkihnya. Barulah setelah tubuh itu diam tak bergerak, kesadaran si ayah langsung pulih. Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, nyawa pun melayang sia-sia. Itu &#8230; <a href="http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/01/15/beranda-kemarahan-orang-tua-pengaruhi-sikap-anak/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/01/15/beranda-kemarahan-orang-tua-pengaruhi-sikap-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lingkaran Setan Kekerasan pada Anak</title>
		<link>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/01/02/lingkaran-setan-kekerasan-pada-anak/</link>
		<comments>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/01/02/lingkaran-setan-kekerasan-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 09:52:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/01/02/lingkaran-setan-kekerasan-pada-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Lingkaran Setan Kekerasan pada Anak Anakmu bukanlah anakmu Mereka adalah putra-putri kehidupan Yang mendambakan kehidupan mereka sendiri Mereka datang melalui kamu tapi tidak dari kamu. Dan sungguhpun bersamamu  mereka bukanlah milikmu Engkau dapat memberikan kasih sayang tapi tidak pendirianmu sebab &#8230; <a href="http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/01/02/lingkaran-setan-kekerasan-pada-anak/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/01/02/lingkaran-setan-kekerasan-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>POTRET BURAM KEKERASAN TERHADAP ANAK</title>
		<link>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/01/02/potret-buram-kekerasan-terhadap-anak/</link>
		<comments>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/01/02/potret-buram-kekerasan-terhadap-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 04:31:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan terhadap Anak]]></category>
		<category><![CDATA[terhadap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/01/02/potret-buram-kekerasan-terhadap-anak/</guid>
		<description><![CDATA[POTRET BURAM KEKERASAN TERHADAP ANAK Kekerasan yang menimpa anak-anak, baik dari keluarga, sekolah, maupun lingkungan sekitar, terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kekerasan anak pada 2005 meningkat sekitar 20 sampai 25 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun &#8230; <a href="http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/01/02/potret-buram-kekerasan-terhadap-anak/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2009/01/02/potret-buram-kekerasan-terhadap-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Klasifikasi Anak Tuna Laras</title>
		<link>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2008/12/13/klasifikasi-anak-tuna-laras/</link>
		<comments>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2008/12/13/klasifikasi-anak-tuna-laras/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 11:26:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[artikel psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan]]></category>
		<category><![CDATA[kesukaran menyesuaikan diri]]></category>
		<category><![CDATA[klasifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[tuna laras]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2008/12/13/klasifikasi-anak-tuna-laras/</guid>
		<description><![CDATA[Klasifikasi Anak Tuna Laras Secara garis besar anak tuna laras dapat diklasifikasikan menjadi anak yang mengalami kesukaran dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan anak yang mengalami gangguan emosi. Sehubungan dengan itu, William M.C (1975) mengemukakan kedua klasifikasi tersebut antara &#8230; <a href="http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2008/12/13/klasifikasi-anak-tuna-laras/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2008/12/13/klasifikasi-anak-tuna-laras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kompetensi pada Anak-anak</title>
		<link>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2008/12/04/kompetensi-pada-anak-anak/</link>
		<comments>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2008/12/04/kompetensi-pada-anak-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 11:49:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin Blog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[artikel psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2008/12/04/kompetensi-pada-anak-anak/</guid>
		<description><![CDATA[    Pengamatan pada kehidupan sehari- hari mengambarkan adanya perbedaan individual dalam kemampuan untuk berinteraksi sosial secara kompeten, antara anak- anak yang memiliki kompetensi sosial dengan yang tidak, individu yang memiliki kompetensi sosial tampak lebih mudah untuk menjalin relasi yang baik &#8230; <a href="http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2008/12/04/kompetensi-pada-anak-anak/">Lanjutkan membaca <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://duniapsikologi.dagdigdug.com/2008/12/04/kompetensi-pada-anak-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

