-
Arsip
-
Meta
Arsip Kategori: Psikologi Anak
Pengertian Anak Luar Biasa (anak tuna)
Pada mulanya istilah anak cacat digunakan untuk menyebut seorang anak yang mempunyai satu atau lebih kelainan yang dimiliki pada diri anak tersebut baik itu kelainan fisik, kelainan mental atau kelainan tingkah laku. Kemudian Sub Direktorat Pembinaan SLB menetapkan istilah anak … Lanjutkan membaca
Peran Ayah dalam Keluarga
Sebuah survei di Amerika menyebut, kini peran ayah dalam keluarga meningkat. Berbagai kajian para psikolog menyatakan, ayah kini mengambil peranan sangat besar dalam aktivitas rumah tangga maupun dalam proses mendidik anak. Para pria juga mengambil cuti saat “menjadi ayah” karena … Lanjutkan membaca
Mengenalkan Empati sejak Dini
Dunia yang semakin global dan ekonomi pasar yang penuh dengan persaingan ketat membuat tenggang rasa dan empati sosial masyarakat semakin rendah. Itu kenapa seringkali terjadi konflik sosial di masyarakat. Salah satu upaya yang dapat mencegah meluasnya dan meminimalkan dampak negatif … Lanjutkan membaca
Mencegah Perilaku Korupsi pada Anak
Korupsi muncul akibat Need of Achievement (Motivasi berprestasi) dari manusia terlalu berlebihan. Keinginan untuk melebihi orang lain berdasarkan budaya yang berlaku di lingkungan tersebut. Hal tersebut yang menjadikan korupsi dapat bermacam-macam bentuknya. Selain uang dan kekuasaan yang biasa dilakukan di … Lanjutkan membaca
Dipublikasi di Psikologi Anak
Tag anak, Anti Korupsi, korupsi, Mencegah Perilaku Korupsi, mengapa korupsi
5 Komentar
Lindungi Anak dari Bahaya Internet
Lagi browsing, eh ketemu artikel yang cukup menarik (menurut saya sich ). Artikel ini bercerita tentang kekhawatiran dampak negatif internet buat anak. Hari gini bro… anak-anak dah mulai kenal internet. Judul artikelnya adalah Lindungi Anak dari Bahaya Internet diambil dari … Lanjutkan membaca
Dipublikasi di Psikologi Anak
Tag anak, artikel psikologi, bahya internet, pengaruh internet, Pornografi, Psikologi Anak
14 Komentar
BERANDA Kemarahan Orang Tua Pengaruhi Sikap Anak
TERIAKAN bocah malang itu tidak juga menghentikan gerakan tangan sang ayah untuk berhenti memukuli tubuh ringkihnya. Barulah setelah tubuh itu diam tak bergerak, kesadaran si ayah langsung pulih. Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, nyawa pun melayang sia-sia. Itu … Lanjutkan membaca